Takut gagal lagi
Takut gagal untuk kedua kalinya. Aku takut tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri jalur SBMPTN, aku takut karena syarat dikoreksinya lembar jawaban sepertinya, dan memang, harus memenuhi persyaratan. Namun aku, tidak membawa persyaratan lengkap. Aku hanya bawa ijazah sementara 2017, sedangkan aku harus bawa ijazah asli 2017. Dimana aku ujian sbmptn 2018 dan seorang alumni lulusan 2017. Tidak sesuai memang pernyaratannya.
Dan aku mendengar kabar bahwa, kemungkinan tidak dikoreksinya lembar jabawan bagi peserta yang tidak membawa ijazah/skhun, nah kenalah aku.
Pusing kepalaku memikirkannya, moodku berubah, suasana hatiku muram, pudar, tubuhku lemas rasanya,tidak ingin melakukan apa-apa, ingin tidur saya. Tidur untuk beberapa lama dan bangun beberapa hari setelah pengumuman sbmptn. Pasti sudah taunya aku hasilnya, sehingga tidak memberatkan hidupku saat ini. Kenapa aku pikirkan? Karena itu adalah hidup matiku, hidup untuk langkahku kedepannya nanti, mati aku jika tidak lulus. Ooh tidak. Pikiran ini aneh-aneh saja.
Ini lah karena teledor, aku kira aku tidak membawa ijazah asli ke tempat sekarang aku tinggal Tanjungpinang, dan ternyata setelah aku hubungi orang rumah, ijazahku tidak ada di rumah. Kucari di berkas2 rak kamar, mati aku dia bersembunyi di bawah map-map,buku-buku. Dan kejadian aku menemukan ijazah asli itu setelah beberapa hari setelah Sbmptn. Aduuuh mengapa tidak jauh-jauh hari sebelum ujian aku telpon mama, ku cari ijazah itu. Jika gara-gara itu aku tidak lulus, sulit aku memaafkan keteledoran ini. Sungguh kasihan, sungguh menyedihkan. Ini akibat menyepelekan segala sesuatu. Beginilah jadinya.
Bagaimana takdir yang akanku terima nantinya? Apakah takdir baik, atau sebaliknya. Hanya Allah yang tau, Allahlah yang mengatur segalanya. Tugasku hanya menjalani, berusaha yang terbaik, berdoa dan aku harus ikhlas terhadap apa yang akan ku terima nanti. Walau itu berat. Semangatttttt
Salam mimpi NAHDAH AYATILLAH
Komentar
Posting Komentar
Tanggapan :