Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Telah lama hilang

Telah lama hilang Hilang jauh Hilang di telan bumi Tanpa kabar, tanpa berita Disaat aku melihat suatu tentangmu Aku sedih Aku kecewa Aku marah, pada diri tak guna ini Tidak tau sama sekali Terhadap apa yang ia rasakan Aku acuh Aku diam Aku tidak peduli Selama ini, aku hanya mempedulikan diriku. Tanpa ingat bagaimana dirimu Lama-lama sekali Tanpa komunikasi Tanpa interaksi Perkataan yang pertama kali kudengar " Bagaimana kabarmu?" "Apakah sehat sehat saja? " Air mata jatuh Tumpa di pipiku Maafkan aku Maafkan kesalahanku Aku salah, akanku perbaiki semuanya Aku janji

The biggest of dream

Kapan ? Entahlah Namun aku percaya Karena aku bersama Allah     Doakan anakmu     Dibulan Haji ini     Untuk kedua orang tuaku          _Masjidil Haram Makkah_  

Diam dalam mimpi besar

Bulan Haji Entah kapan seruan itu di panggil Untuk kedua orang tuaku Untuk mereka Mulut mereka diam Tapi hati kecil mereka berbicara Kapan, kapan dan kapan Teriakan hati mereka, Bisa ku dengar Begitu iba hatiku Melihat ibu, ayahku mendengar kabar kepergian seseorang ke tanah suci "Kapan kah kami berangkat?" Terdiam dalam sebuah impian besar Ibu, ayah Doakan anakmu Doakan agar aku agar bisa menjadi jembatan Jempatan penghubung kebahagian ibu dan ayah menginjak tanah suci Makkah

Indah Pada Waktunya

INDAH PADA WAKTUNYA Disaat keluarga sedang kacau, mimpi-mimpiku hancur, pekerjaankku penuh dengan kepahitan. semuanya berawal dari sini : Mengapa ini harus terjadi pada kami? Apa salah kami? Dan mengapa semua itu berdampak buruk padaku dan juga anak-anak kalian. Perekonomian keluarga memburuk, papa dan mama terlilit hutang di Bank, tanah terjual, sawah digadai, sampai-sampai harta warisan nenek juga ikut terjual. Itu semua akibat dari kehidupan orangtuaku yang selalu bersenang-senang dimasa lampau, tidak mau bersusah-payah, terutama papaku. Papa yang selalu dimanjakan oleh nenek (mama dari mamaku) dan setiap pekerjaan yang dilakukan papa selalu mendapat bantuan dari paman-pamanku, sehingga menumbuhakan sikap manja dari papa. Setiap usaha yang ia dilakukan pasti menghasilkan kegagalan, bukan keberhasilan. Ditambah lagi ia yang tidak mau bekerja keras dalam bekerja, membuat mama selalu marah, kesal, dan emosi. Semua itu sudah terjadi bertahun—tahun lamanya sejak usia pernikahan...

Ya Allah Aku Semakin Baper

Setiap hari, setiap waktu, selalu terngiang-ngiang di benakku. Setiap hari juga aku selalu melihat aktivitas dia. Dia yang berkuliah di IPB, kampus idamanku. Aku baper, aku sedih, aku gemetar, aku shock. Begitu menarik, begitu asiknya kulihat aktivitasnya. Kenapa ya manusia ini memang tidak adanya rasa puas. Semuanya tamak, rakus, telah diberi satu nikmat oleh Allah, dan ia masih mintak, mintak dan mintak lagi. Dan seperti itu lah yang aku rasakan sekarang ini. Namun teman, aku kecewa disini, walaupun esok aku ingin mencoba untuk masuk IPB lewat ujian tulis SBMPTN, aku merasa tidak mungkin. Bukan masalah persiapan teman, tapi masalah ekonomi. Banyak nantinya yang akan ku pikirkan kelak, banyak tanggungan nanti yang akan kupikirkan, jikalau aku bersikeras untuk itu. Selain memberatkan pikiranku, orangtuku juga merasakan itu. Terlebih mama,, aaiih sudahlah nada. Mungkin aku harus berpikir positiv, aku harus husnuzan kepada ALLAH. untuk menyenangi hatiku, agar aku tidak kecewa selalu m...