Mama
Mama, segalanya bagiku. Tak pernah habis kata untuk menggambarkan sosok bodadari tanpa sayap ini. Mama seorang yang tangguh, perkasa, pejuang, pengorbanannya MasyaAllah Allah lah yang tau itu.
Begitu banyak cerita, kisah, pengalaman yang aku lewati bersama mama. Dan sekarang begitu sedihnya aku, disaat penyakit mama kambuh aku bisa apa.
Mama mengidap penyakit asma bawaan dari lahir, sudah dari kecil mama mengidap penyakit itu. Datangnya pun tiba-tiba. Teringat jelas di benakku bagai mana, apa yang mama rasakan. Dan itu saat aku masih SMA.
Mula-mula batuk, flu, dan hal yang mengerikan itu datang, sesak nafas.
Tak jarang mama tidak bisa tidur. Tengah malam asma itu mengganggu tidur mama, itu berlangsung lama sekali. Beberapa hari, beberapa minggu.
Lelah jelas tergambar dari wajah mama, cekungan hitam muncul di dua bola mata mama. Sedih memang aku melihat mama. Saat aku, kakak, dan adik2 ku masih di rumah, kami lah yang memberikan perhatian lebih pada mama. Diantatanya hal yang sering aku lakukan memijati kepala,tangan,punggung mama dengan tanganku.
Aaahhh mamaku kenapa harus seperti ini, kami sedih melihat mama seperti ini. Mama orang yang kuat, mama orang yang sabar, dia tak mau melihat kami bersedih, dan dia terkadang pura2 sehat, sudah pulih karena tidak ingin mengkhawatirkan kami.
Masa2 aku saat bersama mama, mendampingi mama, itu yang aku sesali sekarang, aku tidak bisa, karena jauh dari kampungku. Kakakku? Kembaranku? Sama lah halnya denganku. Yang ada di rumah adalah adik no 4dan5 ; asyraf dan adek.
Dan adek ini lahyang memberi kabar pertama kali padaku, bahwa kondisi mama kurang baik. Aku meminta agar adik2 ku bisa mengerti,bisa memberikan perhatian lebih, bisa menemani mama, bisa menjaga mama, karena aku takut mama kenapa-kenapa.
Aku sayang mama, kami sayang mama.
Cepat sembuh ma.
Mama lah penyemangat hidupku, aku berjuang disini ma, aku berjuang agar mimpi mama dan papa bisa aku capai dengan cepat dan semoga Allah meridhoinya. Aamiin
Salam mimpi NAHDAH AYATILLAH
Komentar
Posting Komentar
Tanggapan :