Rencana Allah lebih indah

Siapa yang menyangka, namun Allah lah yang berkehendak. الحمدلله رب العلمين kata syukur ku berikan pada sang Khaliq.
Allah yang maha Esa, yang tau bagaimana hambanya, tidak pernah tidur,mengatur semua alam, semua jagad raya ini. ماشاءالله luar biasa.

Baru malam ini aku mendengar kabar kira-kira 23:30 Alhamdulillah, Alhamdulillah, Aku Lulus Bidikmisi. Hal yang tak ku sangka. Doaku, doa keluargaku, mama, papa, kakak dan adik-adikku terkabul. Terkadang kalau aku flashback ke belakang, butuh usaha yang luarbiasa juga untuk mendapatkannya, namun itu lah Allah, Allah lah yang mengatur semuanya, nahh aku hanya sebagai pelaku drama dari cerita yang Allah berikan, selagi aku masih berada dalam batas koridor yang diberikan Allah.

Kemaren sempat aku ingin bagi cerita tentang kepengurusan bidikmisi yang cukup memakan waktu, ditambah lagi sifat teledor yang aku miliki, dan biasa sifat teledor ini juga lah yang mengantarkanku sampai ketitik ini juga. MasyaAllah. Lihat dari sisi positivenya saja.

Kalau aku bercerita tentang itu, sedikit banyaknya bikin kesal juga 😆. Duuuh
Mungkin apa salahnya untuk diceritakan.
Dari belakang dulu ya.
Sejak awal aku tidak lulus Bidikmisi untuk calan mahasiswa baru, aku dan keluarga sudah atur strategi, yaitu untuk aku pribadi pindah total dari Padang ke Tanjungpinang. Nah jadi sekarang Kartu keluargaku Tanjungpinang. Itu aku yang urus pindah surat-surat semuanya, tapi tak semua juga, dibantu juga sama mama,ibu, instansi pemerintahan lah. Heheh. Nah setelah KK jadi, aku berusaha untuk cari beasiswa dikampus, daerah, provinsi, namun sayang belum ada, walaupun ada, itu hanya bagi mereka yang sudah menginjak semester 3 ke atas.
Aku harus bersabar, bersabar dan bersabar walaupun tidak ada sekarang, toh semestet 3 nanti bakalan banyak beasiswa yang keluar.

Pemunguman
Hari jumat, diumumkan ada beasiswa tambahan untuk seluruh mahasiswa baru Umrah 2018, aku tak mau ambil kesempatan, aku urus semua berkas-berkas persyaratan beasiswa tersebut, mulai dari surat pernyataan beasiswa, hasil pendapatan orang tua, sertifikat prestasi, dan masih banyak lagi.

Hari jumat, hari dimana kantor pemerintahan tutup agak cepat, lagi pula kabar berita ini pukul 11 pagi di umumkan, pulang kampus saja aku sudah jam 14:00 tak sempat rasanya untum urus semua persyaratan ke kantor kelurahan yaitu surat penghasilan orang tua.
Tak masalah, sedikit demi sedikit aku coba dulu, awalnya urus ke pak Rt dulu, mintak surat pengantar. Sampai disana yang diminta pak Rt adalah Foto kopi KK, maklum KK baru, lupa bawa, jadi terpaksa pulang kerumah dulu. Untung saja rumah lumayan dekat dan pak Rtnya mau menunggu sebentar, jadi aku jemput ke rumah dulu. Selesai pak Rt, langsung pak Rw, setelah itu baru kelurahan. Jam 14:30, masih ada sedikit waktu dan untung saja sih, ibu ada kenalan orang lurahnya, paling tidak bisa membantu.
Semua berkas-berkas yang berhubungan dengan pengurusan surat penghasilan orang tua ku tinggalkan dan nanti bisa diambil senin katanya pukul 1 siang, dan aku menyetujuinya.

Tidak disangka, kabar terbaru yang kami peroleh calon peserta pelamar bidikmisi, bahwa berkas dikumpulkan paling lama pukul 10 pagi. Kaget bukan main aku, padahal aku berjanji pukul 1 siang baru diambil, bawelnya aku bukan main, agar ibu cepat menghubungi kenalannya di lurah, sebelum jam 10 harus selesai. Eehh aku siapa ya, kok ngatur2😅

Senin, sebelum jam 8 pagi aku telah duduk di ruang tunggu, hanya ada tugas kebersihan kantor, karyawan belum berdatangan. Tak sabaran menunggu aku coba beryanya pada petugas tersebut kemana para karyawan kelurahan. Ternyata, mereka pergi upacara dulu ke tempat yang jaraknya cukup jauh dari kantor, memakan waktu 30 menit jika kesana. Maka bersabarlah aku menunggu.

Lama sekali, waktu terus berjalan, sedikit demi sedikit karyawan datang, termasuk kenalan ibu, bernama pak edi, surat ku kemaren ada berama dia, namun harus pakai tanda tangan pak lurah baru bisa. Menunggu lagi, waktu sudah mepet.
Temanku datang mengurus juga, aku bantulah dia untuk kepengurusan juga.
Menunggu lagi.
Menunggu dan menunggu inilah yang kami lakukan berdua.
Menunggu pak lurah yang keberadaannya entah dimana.

Waktu itu pak Edi meminta foto kopi KK ku, kucari, cari dan cari,, eeeiitsss tertinggal di rumah. Aahh kacau ini, kalau aku pulang kerumah, aku takut tak bisa urus surat ini, untung lagi ada sudara yang urus surat-menyurat, aku mintak tolong dia untuk jemput kerumah. Dan lagi teledor. Aaiiihh
Tapi aku masih besrykur, dibalik itu Allah masih baik padaku, Allah mengirim orang-orang yang bisa membantuku dikala membutuhkan pertolongan. Terima kasih ya Allah.

Lama menunggu aku temui pak Edi, dia bilang, " kamu lama menunggu karena barusam kamu kasih berkas teman kamu ke saya tadi, sekalian saja tadi, jika kamu tidak kasih berkas teman kamu, sudah dari tadi kamu selesai" aku menelan pahit. Jadi begitu, aku sempat berpikir, aaahhh tapi tak apa lah, bersabar saja dulu, toh bantu teman juga. Hmmm menunggu lagi, waktu semakin mepet, hampir jam 10 bahkan lebih malah. Aku dan temanku yang bernama Mei memintak diapensasi waktu perpanjangan waktu, memberikan kabar bahwa kami masih di kantor kelurahan, dengan cara memberitahu dosen yang bersangkutan, dengam melampirkan bukti sebuah foto di kantor lurah agar ibuk itu percaya. Bukan 1 dosen saja yang kami hubungi, tapi 2 dosen, bukan aku saja yang menghubungi, tapi kami, aku dan mei, bukan hanya 1 kali saja kami menghubungi mereka, tapi berkali-kali. Menurutku pastilah ibuk-ibuk itu kesal dengan kami. Tapi tak apa ini perjuangan kami.

Ok surat selesai, berkas siap untuk di serahkan ke kampus. Ngebut itu yang aku lakukan, kami yang berbeda motor, membuat mei ketinggalan jauh, tapi tak masalah, biat cepat. 5 menit sebelum berkas dikumpulkan, aku sampai di kampus, kucari dimana keberadaan 2 dosen tersebut, kucari di ruangan mereka di lantai dua, ruangan terkunci.
Aku turun, mei akhirnya sampai di kampus, dia melihat salah satu dosen tersebut, tak berani berbicara pada ibuk itu, aku juga yang berbicara.
Ibum itu jutek, dan cuek, " ambil kunci, kumpulkan diatas meja saya"
"Baik buk" Hmmm mungkin anda dapat merasakan apa yang kami rasakan.
Aaahhh tapi tak apa Berjuaang.

Kata kunci yang aku pegang Man Shabara Zhafira. Siapa yang bersabar dia pasti beruntung.
Hahah dan ini dia Allah buktikan aku dan Meilah yang lolos bidikmisi dari juruasan kami Ilmu kelautan, dua bangku yang kosong, dan kami berdualah yang menduduki kursi tersebut.
Terima kasih ya Allah
Dia,Ikhtiar, dan tawakal.
Alhamdulillah.
Oh iya mimpiku terkabul.
Dalam buku mimpiku
Lulus bidikmisi.
Dan ternyata betul

MasyaAllah. Terima kasih ya Allah
Terima kasih, tidak akan aku sia-siakan kesempatan ini. Belajar giat,rajin, terpenting ibadah tingkatkan.

Terima Kasih Ya Allah

SALAM MIMPI, NAHDAH AYATILLAH

Komentar

Posting Komentar

Tanggapan :

Postingan populer dari blog ini

Arus

Are You Okay?

Alone