Impian nan sederhana, namun berarti

Kejadia ini berlangsung saat aku dan teman-teman melaksanakan LDK (latihan dasar kepemimpinan) di Kampus. Impian sederhana yang dimiliki teman ku yang bernama Toni. Toni ialah seorang anak yang humoris, anak yang sering mengeluarkan bahan-bahan candaan yang membuat kami tertawa. Anak yang lucu dan memiliki beberapa hal yang berbeda dari anak-anak lainnya. Awalnya dia adalah anak yang biasa saja bagiku dan teman-teman, namun pandangan itu berbeda saat kami melakukan LDK. Dia anak yang luar biasa bagiku dan teman-teman, tekhusus bagi teman-teman perempuanku. Kenapa tidak ? baca beriku ini.
Suara Azhan Isya berkumandang, kami lekas mendekati masjid untuk menunaikan shalat isya berjamaah serta shalat tarawaih berjamaah. Usai ucapan salam shalat Isya, teman-teman perempuanku bertanya-tanya siapa imam shalat isya ? dan aku menjawab Toni, mereka mengangkung-angkuk ternyata ia bisa menjadi imam shalat jamaah, dengan lanatunan bacaan yang cukup merdu dan cukup fasih. Kami dibimbingnya dengan bacaan-bacaan doa setelah shalat isya serta dengan memanjatkan zikir dan shalawat kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Selain itu dia dimintak menghibur kami saat waktu luang, ibaratkan standup comedy, dia juga bisa, selain itu dia juga mengisi waktu tersebut dengan menyampaikan satu ayat, agar kita saling melaksanakan kebaikan, you know, asal semua laki-laki membaca ini, asal kaum hawa tau, perempuan tidak neko-neko, perempuan tidak matre, perempuan tidak butuh uang segudang, emas sekoper, permata nan berkilauan. Namun, perempuan itu butuh sosok imam yang bisa menuntun ia dan keluarganya kelak untuk mendekakat dirinya dan keluarganya pada Allah, hanya itu. Perempuan butuh sosok imam yang akan membingi dia, anak-anaknya untuk membesarkan, mendidik anak-anaknya nanti menjadi anak yang berguna bagi semua orang, menjadi anak yang lebih sukses lagi dari kedua orang tuanya. Itu begitu indah, indah sekali menurutku.
Kembali lagi kita pada temanku yang bernama TONI ini, saking lucu, mimiliki sifat yang humoris, ia seriing untuk menghibur kami. Saat itu lah dia ditanya apa alasan ia untuk kuliah di UMRAH?
Sederhana, ia menjawab, kelak waktu perpisahan, waktu wisudah, dia ingin ayahnya hadir dalam acara tersebut. Karena waktu perpisahan Tk,SD,SMP sampai SMA ayahnya tak pernah hadir. Dia ingin ayahnya hadir saat wisuda,
Entah kenapa, tanpa sadar aku masuk dalam ruang hati apa yang ia rasakan, air mataku jatuh, aku merasakan apa yang ia rasakan, aku juga merasakan hal yang sama dengannya, aku merasakan apa yang ia rasakan. baru saja sebelum kegiatan LDK, aku menelpon kedua orangtua ku termasuk papaku, aku memintak bahwa,” nanti waktu wisuda, aku ingin mama dan papa hadir” karena bagiku itu adalah hari paling bersejarah bagiku, dan dalam hari bersejarah itu aku ingin orang-orang yang aku cintai harus ada di sisi-siku. Papa ku menjawab, InsyaAllah kalau papa masih panjang umur. Dengan jawaban itu aku senang, kerena papa mau hadir, InsyaAllah
Tapi berbeda dengan ku dia tetap happy, dia tetap senyaum dan melarang kami teman-temannya untuk tidak boleh sedih mendengarkannya. Namun, aku tak bisa, sampai membuat satu ruangan itu diam, sunyi karena aku. Yang membuat aku salut padanya jawabannya yan keluar dari muluynya, bahwa, “aku tidak membenci ayahku”. Impian sederhana yang menyentuh hatiku. Dengan cara itulah, dengan ia kuliah di Umrah, universitas yang satu profinsi dengan tempat tinggalnya membuat kmeudahan ayahya bisa datang, InsyaAllah. Aamiin
Terima kasih toni terhadap pelajaran yang bisa kami ambil hikmanya, terima kasih atas hiburan-hiburan yang telah kamu hadirkan selama melaksanakan kegiatan. Terima kasih, semoga kamu dapat membahagiakan kedua orangtuamu, sukse selalu Toni. Kejar impianmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arus

Are You Okay?

Alone