Permata Indah dari Sang-Pencipta

Pernahkah kita berfikir?
Kenapa Allah memberikan suatu perasaan kepada hambanya?
Pernahkah kita berfikir?
Kenapa perasaan itu mudah datang dan pergi, mudah timbul dan hilang?
Pernahkah kita berfikir?
Kenapa perasaan itu bisa membuat hati kita senang,  sedih, marah, gelisah hingga takut?

Perasaan, Semua Allah atur.
Lantas bagaimana dengan hati yang ditumbuhi oleh "suatu perasaan" terhadap lawan jenis, bukan mahrom kita?
Perasaan seperti kagum, simpati, mungkin suka, sampai suatu hal yang berlebihan, perasaan yang dihinggapi rasa senang jika dia datang, perasaan cemburu jika ia pergi bersama dengan orang lain.
Apakah itu boleh?
Apakah itu wajar dan pantas?
Seharusnya tidak, karena diri ini bukan siapa-siapa baginya, hanya sekedar saudara dan saudari seiman
Jadi kenapa kita merasakan hal yang aneh? Perasaan yang ganjil terhadapnya? Bukankah hati ini, seluruh anggota badan ini milik Allah?

Milik Allah lah apa yang ada dilangit dan bumi
Allah lah pemilik alam semesta ini, semua yang lekat diseluruh anggota badan ini, termasuk hati ini.
Hati yang penuh dengan berbagi perasaan. Perasaan baik atau buruk.

Allah lah yang membolak-balikkan hati seseorang. Dari sedih menjadi senang, gelisah menjadi tenang, tidak suka menjadi suka, suka menjadi tidak suka dan masih banyak lagi.
Bermohonlah kepada Allah,  agar hati ini selalu diisi dengan kecintaan atas Allah dan Rasulnya, kecintaan terhadap Al-Quran dan ajaran yang dibawa oleh Nabi dan Rasul, kecintaan terhadap ciptaannya, jagad raya, alam semesta beserta isinya. Namun bukan kecintaan terhadap bukan mahromnya.

Kita bebas berdoa pada-Nya. Namun alangkah baiknya jika hati ini selalu diisi Kecintaan terhadap-Nya, bukan terhadap ciptaannya (Lawan jenis) karena itu belum waktunya.

Berharap, Hati ini selalu istiqomah dalam menjaga perasaan, yang akan dihadiahkan kepada sosok seorang imam, yang nantinya menjadi pemimpin dalam bahtera rumah tangga.

Berharap, Hati ini selalu istiqomah dalam menjaga perasaan, yang akan dihadiahkan kepada sosok seorang wanita mulia yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak.

Sama-sama menjaga hati untuk mereka nanti nya, sama-sama berharap hanya kepada Allah terhadap takdir yang telah disiapkan-Nya.
Agar hati menjadi hati yang tulus dan ikhlas dalam mencintai sosok permata yang akan Allah hadiahi suatu hari nanti. Permata indah dari Sang-Pencipta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arus

Are You Okay?

Alone