Jangan sedih ma

Mama gak boleh sedih ya
Sejak mengantar adek, adikku yang paling bungsu untuk mengikuti tes masuk pondok, mama sering sesih. Sering menangis. 

Waktu itu, setelah satu hari mengantar adek dari Pekanbaru, dikarenakan HP mama rusak, jadi panggilan telepon yang yang masuk ke HP mama otomatis tertelepon balik. Aku menelpon mama, tapi tidak diangkat dan selang beberapa detik langsung masuk panggilan ke HPku dari mama. Namun,  yang ada hanya suara mama bercerita dengan orang, bukan suara mama didepan telepon. Hal ini dikarenakan kesalahan sistem dari HP mama. Ya karena HP rusak. 

Aku menangkap cerita yang mama sampaikan kepada salah satu tetangga di dekat rumah (Mak adang). Mama sedih ditinggal adek (saat itu mama lagi menangis). Pesan dari Mak adang "Sudah jangan menangis juga, nanti Adek gelisah disana, biarlah dia fokus sama sekolahnya"
*
Ya Allah, begitukah hati seorang ibu? 
Aku yang mendengarkan diposisi itu, tidak bisa berbuat apa².
Aku merasa bersalah, saat mama menelponku, saat mengantar adek ke Pekanbaru. Saat mama di depan Pondok "Berarti mama tidak jumpa adek lagi, tinggallah mama sendiri"
Ma...  kan masih ada papa" aku sambil tertawa. 
Aku kira awalnya cuma hal yang lumbrah, ternyata tidak. 
Nyatanya sampai saat aku menulis disini, mama masih kepikiran adek. 
Apalagi Asyraf adik laki-lakiku berencana merantau juga. Baik itu nanti untuk kuliah atau persiapan kuliah
Mama dan Papa berdua di rumah


Aku hanya bisa bercerita ke mama saat kami berteleponan "Mama dan papa, tinggal berdua berartikan harus harmonis, harus rukun. Sama siapa lagi mau bercerita? kalau tidak berdua. Jadi akur-akur ma" (Sambil melontarkan candaan kepada mama)
Saat aku bertanya ke papa
"Pa mama sering menangis ya"
"Iya, menangis, papa bilang kalau ngak mau menangis jangan sekolahkan jauh-jauh, diamkan di rumah saja" ucap papa
"Pa.. Jangan bilang kayak gitu, papa harus bujuk mama" ucap Nada.
"Papa tidak bisa seperti itu" ucap papa
"Janganlah menagis Pik lannn" aku memperagakan dengan rayuan
"Apakata nada ni ma Jangan menangis pik lannn"
Sontak papa dan mama tertawa
"hahahahah"

Karena pik lann adalah panggilan kesayangan papa ke mama
*
Hahah aku berharap sekali mama dan papa itu senang, tertawa bareng, jangan sedih² lagi
Aku pengen lihat mereka tersenyum, saling melengkapi satu sama lain. 
Jadi ceritanya semakin tua semakin cinta. Eaaa
Aamiin

Ma, pa, kami sayang mama dan papa
Paaa jaga mama ya
Ya Allah jaga kedua orangtuaku, saudara-saudaraku

Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arus

Are You Okay?

Alone