Sebuah Perjalanan

Assalamualaikum
Hai my friends
Kali ini aku ingin berbagi cerita yaitu "Sebuah Perlananan"
Aku sudah berencana satu hari sebelumnya untuk pergi ke Puncak Bogor.
Apa yang bagus disana?
Aku penasaran karena sering mendengar "Puncak Bogor".
Aku pikir H+2 lebaran, mungkin sepi ya, karena orang-orang masih sibuk lebaran.
Aku tanya kepada teman, apa destinasi dengan view yang bagus di Puncak Bogor. Dia memberitahuku "Gantole". Tempat yang biasa orang-orang naik paralayang. 
"Wah pasti keren" pikirku.

Hari H nya, aku sudah siapkan diri untuk berangkat. Mulai dari aktivitas lebih awal, pekerjaan yang biasa aku lakukan aku coba lebih awal memulainya (Mencuci pakaian, jadi paginya tinggal jemur saja). Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan seperti mukenah, air minum, bekal (belanja dulu di alfamidi, kalau belanja makanan di puncak, pasti mahal) dan perlengkapan lainnya.
***
Keberangkatan dimulai dengan hal baik seperti minta izin, berdoa, and cusss berangkat.
Berangkat jam 9 pagi, dari Megamendung.
Selama di perjalanan aku melihat view yang indah (MasyaAllah). Semakin mendekati tujuan viewnya luarbiasa:
Dedaunan hijau;
kebun teh yang bertingkat-tingkat, ada pula yang sedang berbunga (warna bunganya ungu);
pohon cemara nan tinggi menjulang, elok untuk dipandang;
jalan yang berkelok-kelok;
ditambah udara puncak nan segar lagi sejuk jika semakin ke puncak. 
MasyaAllah, Alhamdulillah 

Eh kok ada yang beda ya
"Pemandangannya kok disini sudah mulai kurang bagus ya"
Ternyata aku sudah melewati tujuan.
Pemandangan yg awalnya indah berangsur berubah. Setelah melihat map aku melewati lokasi 7 menit (hilang sinyal) dan aku harus putar arah.

*Lokasi Tujuan*
Alhamdulillah aku sudah sampai
MasyaAllah indah.
Pemandangan alam bisa aku lihat dari ketinggian, walaupun masih berkabut. Dan siangpun masih tetap berkabut.

Aku melihat orang-orang naik parasut. Aku juga ingin ( InsyaAllah nanti ya, karena biayanya luar biasa: 500k per orang).
Kegiatan yang aku lakukan disana: taken pic, vidio, shalat dan makan. Menunggu hujan reda, baru pulang.

Perjalanan pulang, aku mengambil jalan alternatif. (Malas terjebak macet, karena pulang saja sudah macet)

Sebelum aku putuskan masuk jalan alternatif, aku bertanya dulu ke seorang bapak di tertigaan jalan alternatif. "Apakah jalan disini aman pak? Jalannya bagus pak?"
"Bagus, tapi menanjak" kata bapak
"Mungkin tanjakan sedikit saja" pikirku

Ya Allah.... cukup dg Astaughfirullah aku lewati jalan-jalan disini. Sampai aku ngilu melewati turunan, mintak tolong seorang bapak menaiki tanjakan tajam dll. Huhhhh "Kapok" sebelumnya kan udah dibilang kkk "Jangan lewat sana ya". Tapi aku degil demi terhindar macet.

***

Perjalanan seorang diri. Ada tantangan tersendiri. Kalau kata seniorku Kak Zahara bilang "Kita diajarkan untuk bergantung hanya kepada Allah saja"
Dan itu benar adanya. Aku merasakannya.
Apa-apa Allah. Dikit-dikit Allah.
MasyaAllah ya...

Salah satu hal kenapa aku berani dalam berpergian yang lumayan jauh dan sendiri, karena awalnya aku telah melakukan hal yang lebih dari ini, menurutku.
Dulu aku bisa dari Jakarta-Bogor sendiri naik motor. Alhamdulillah bisa dari Tanjungpinang ke Malaysia sendiri. Bisa melakukan perjalanan seorang diri ke tempat wisata Malaysia, dan itu karena PERTOLONGAN ALLAH.
Aku juga berpikir bahwa setelah suatu keputusan atau perbuatan yang sudah diambil, setelahnya akan ada hal yang lebih besar lagi. Jika kesulitan soalnya 20% besok akan meningkat menjadi 50% dan hasilnya pun akan berbanding lurus baiknya dengan usaha yg telah dilakukan. InsyaAllah...

Okay aku sudah dari Jakarta ni, saat aku di Jakarta yang aku pikirkan adalah "Setelah ini ada hal besar menungguku" MasyaAllah nya iya. Aku ke Malaysia. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil selama di jakarta contohnya perihal transportasi. Dan ini terpakai sampai ke Malaysia. Saat aku di Malaysia, ada ilmu baru lagi perihal transportasi. "Pasti aku akan kesuatu tempat yg luar biasa lagi" Kataku saat aku di Malaysia. Semoga saja ya Allah... Aamiin.

Hamba yang selalu berharap dan berdoa
Semoga menjadi kenyataan 😊
Sekian~
Wassalamualaikum



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arus

Are You Okay?

Alone